01829pam a22002538i 4500001000700000003000500007005001700012008003900029020004000068040002900108082002100137100003500158245003500193264004500228336002300273337002700296338002500323520099100348650003201339650001501371942001501386952015901401999001501560997732MBIP20260519105311.0260519s2025 my g 000 0 may a9786297722122 cpaperback qRM89.10 aMBIPbengcMBIPdNFerda04223a808.882bZAI0 aZainal Rashid Ahmad, eauthor.10aANEKDOT KENANGAN.bII /cZRA.  1aPutrajaya :bTentang Kita Sdn Bhd,c2025 2rdacontent atext  2rdamedia aunmediated  2rdacarrier avolume  aJilid 1: Belahan masa lalu dan masa kini bukanlah seperti potongan kek; kecil atau besar, rasanya tetap sama. Masa lalu dan masa kini diikat oleh kenangan yang mengisi makna perjalanan waktu. Masa lalu bukan untuk dimusuhi. Masa lalu adalah separuh dari masa depan. Itu sifat belahan masa. Pada saya, tiada masa lalu yang buruk. Bagi yang melihat masa kini, pastinya merasa bahawa masa lalu menjadi langkah mencari masa depan yang jernih. Jilid 2: Manusia adalah makhluk takdir. Pada saya, takdir yang ditentukan buat sahabat-sahabat dalam kenangan saya, semuanya ada keindahan dan pengajarannya – walau apa pun kekurangan dirinya. Anekdot ini satu memori imbas semula pengalaman-pengalaman menjadi lebih manusia. Tiap jenaka ada lukanya; tiap luka ada jenakanya. Cuma, tidak semua jenaka akan membuat kita ketawa. Ada jenaka yang boleh mengalirkan air mata. Lihatlah keajaiban bagaimana luka itu sembuh; bukan melihat siapa yang melukakan kita! Lihat keajaiban, bukan dendam.10aConduct of lifevAnecdotes 20aAnecdotes  2ddccBKn0 00102ddc407-18FIC (BK)aMEDINIbMEDINIcPROCd2026-05-19eKINOKUNIYA BOOK STORESg89.10l0o808.882 ZAI 2025 c.1r2026-05-19t1v89.10w2026-05-19yBK c1392d1392