Seinci dari Kematian : SEDEKAD DI PENJARA TERBESAR DUNIA /
Material type:
TextBandar Baru Bangi, Selangor : CINTA GAZA MALAYSIA 2022©2022 Description: v, 152 pages : colour illustrations ; 22 cmContent type: - text
- unmediated
- volume
- 9786299752905
- 808.882 NAD
| Item type | Current library | Collection | Call number | Status | Date due | Barcode |
|---|---|---|---|---|---|---|
Book
|
Perpustakaan MBIP Medini General Stacks | Non-Fiction book | 808.882 NAD 2022 c.1 (Browse shelf(Opens below)) | Available | 00001479 |
Browsing Perpustakaan MBIP Medini shelves, Shelving location: General Stacks, Collection: Non-Fiction book Close shelf browser (Hides shelf browser)
| No cover image available | No cover image available | No cover image available | No cover image available | No cover image available |
|
|
||
| 808.882 IDD 2022 c.1 Patah Sayap Sebelum Sembuh / | 808.882 IDD 2023 c.1 Patah Sayap Sebelum Sembuh 2 / | 808.882 NAD 2021 c.1 ANAK MELAYU DI PALESTIN : SEDEKAD DI PENJARA TERBESAR DUNIA / | 808.882 NAD 2022 c.1 Seinci dari Kematian : SEDEKAD DI PENJARA TERBESAR DUNIA / | 808.882 NOR 2024 C.1 MEMOIR PUSTAKAWAN : Kisah Orang Pustaka / | 808.882 PEG 2017 c.1 MY JOHOR STORIES : True Tales, Real People, Rich Heritage / | 808.882 ROZ 2016 c.1 Travelog kehidupan di sebalik niqab kisah tersirat / Roza Roslan |
Setelah Anak Melayu di Palestin, kini Nadir Al-Nuri kembali dengan Seinci Dari Kematian.
Perjalanan kehidupan di penjara terbesar dunia diteruskan dengan sedaya-upaya membantu masyarakat Gaza yang tersepit akibat serangan penjajah dan kesempitan hidup.
Fasa ini dari From Gaza With Love, Persatuan Cinta Gaza Malaysia ditubuhkan untuk memastikan perjalanan dalam memaknai erti hidup bertuhan dengan memudahkan urusan warga Gaza tersusun rapi dan bersistem.
Satu demi satu projek bantuan dilaksanakan.
Setiap sen yang kalian sumbangkan, diagihkan dengan sebaiknya.
Sampai satu saat, jiwa diketuk, meminta untuk dicarikan peneman, supaya ada yang menguatkan di saat lelah terasa, ada yang menyokong kala lemah menguasai diri, ada yang menjadi teman bicara saat kekosongan menerpa.
Amanah semakin besar, tanggungjawab semakin berat, penjajah semakin gila menjarah.
Antara keluarga, pelajaran, amanah umat, bolehkah beliau terus berdiri?
Inilah catatan Nadir Al-Nuri, menggambarkan perasaannya bekerja untuk umat!
There are no comments on this title.